Literasi selalu tiada habisnya menjadi keresahan di Indonesia yang mana masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan dalam kurangnya minat membaca dan menulis yang barangkali dari individu itu sendiri enggan mengasah kemampuannya, tidak memiliki referensi bacaan karena malas membaca, belum tergerak untuk mau menulis, atau merasa malu dan takut untuk mempublikasikan karyanya.
Masyarakat Indonesia kini lebih kecanduan memegang ponsel pintar yang disebut android daripada memegang buku sebagai kebiasaan dalam kesehariannya dan juga lebih kecanduan menulis status di sosial media, daripada menciptakan tulisan-tulisannya sendiri yang bermanfaat untuk dipublikasikan.
Perkembangan zaman dan teknologi memang sangat mempengaruhi cara pandang setiap orang. Adanya android mempermudah orang-orang untuk mencari informasi bacaan dengan ringkas dan cepat dengan google dan website lainnya. Bahkan mempermudah pelajar dan mahasiswa dalam mencari tugas. Juga bisa menjadi sarana hiburan atau penuang ekspresi mealui sosial media. Ponsel android itu sendiri tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan yang mana itu tergantung pada pemakaian dari individu masing-masing. Dalam hal ini, nampak bahwa literasi jadi dikesampingkan dan diambil alih oleh kebiasaan mengandalkan android kemana-mana.
Dengan adanya teknologi yang semakin maju, tercipta beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif berkomunikasi, hiburan, mencari informasi dan lain sebagainya yang memberi keuntungan bagi masyarakat itu sendiri. Awalnya tidak banyak yang mengetahui adanya aplikasi yang dapat menjadi alternatif literasi dalam android itu sendiri, yaitu aplikasi Wattpad.
Namun semenjak adanya informasi mengenai keluaran film remaja “Dear Nathan” yang diadaptasi dari novel Dear Nathan karya Ersica Febriani, hal itu mempengaruhi penggemar film adaptasi dari novel karya Erisca menjadi sebuah rasa penasaran dengan aplikasi Wattpad yang mana aplikasi tersebut merupakan jembatan Erisca sehingga ia mampu menempuh keberuntungan dan kesuksesan dalam kepenulisannya.
Sebelumnya, aplikasi tersebut memang sudah dikenal oleh bebarapa orang yang tidak begitu banyak, namun semenjak kesuksesan dan keberuntungan dari hobi Erisca Febriani yang awalnya hanya iseng-iseng semata dalam menuliskan sebuah karya, sehingga dapat mempengaruhi lingkungan yang mengetahuinya menjadi ingin untuk bergabung dengan Wattpad. Wattpad itu sendiri merupakan aplikasi komunitas online bagi para penulis dan pembaca. Aplikasi ini dapat digunakan untuk berkarya sebebas-bebasnya dan karya yang dipublikasikan juga sudah dilindungi oleh hak cipta dan undang-undang.
Setiap individu bisa memberi penghargaan atas karya yang dibuat oleh orang lain dengan memberikan suaranya. Setiap individu juga bisa mengkritik dan memberi masukan terhadap karya melalui komentar. Bahkan orang yang memiliki akun tersebut bukan hanya bisa membaca karya orang lain, akan tetapi juga bisa menuliskan karyanya sendiri. Hal ini tentunya akan membantu menciptakan rasa cinta dalam literasi. Sekiranya wattpad bisa menjadi salah satu alternatif mendorong masyarkat untuk menyukai literasi.
Wattpad dapat digunakan oleh segala usia. Meskipun rata-rata adalah anak remaja dan dewasa, Banyak yang menggunakan aplikasi ini sebagai penyalur ekspresi dan hobi antara menulis dan membaca atau kedua-duanya. Bahkan editor-editor dari penerbitan mencari penulis dan karya-karya yang menurut mereka layak diterbitkan melalui aplikasi wattpad tersebut.
Bukan hanya Ersica Febriani, sudah banyak sekali penulis-penulis yang tadinya hanya sebagai orang iseng menyalurkan hobi, menjadi sesuatu yang bermanfaat dan semakin menambah semangat mereka untuk menulis dan membaca. Selain menulis dan membaca, penulis-penulis yang ada di dalam komunitas wattpad juga bisa saling bertukar ide dan informasi seputar kepenulisan.
Bahkan tak jarang yang sudah mulai tergerak untuk belajar membenahi ejaan, mencoba-coba menulis, berani mempublikasikan karya sebab mereka terpengaruh dari banyaknya pengguna wattpad yang saling bersaing dan membagikan ide-ide karya mereka ke publik. Ada semangat yang mengaliri perasaan mereka untuk ingin seperti orang-orang yang berawal iseng menjadi sebuah kebermanfaatan.
Yang lagi-lagi menambah semangat para penulis yang entah itu amatir atau sudah mulai berproses adalah adanya kampanye dan perlombaan tahunan atau beberapa bulan dari pihak Wattpad kepada pengguna-penggunanya untuk saling bersaing sehat menciptakan karya-karya mereka. Bagi yang terpilih tentunya mereka akan mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya itu. Hal ini sangat menunjang semangat banyak pengguna untuk ikut berpartisipasi. Bahkan dari yang tidak terpikirkan sama sekali untuk menulis, mereka tergiur dan terpancing untuk ikut mencoba. Mereka yang ingin berproses, lama-lama sadar diri bahwa jika mereka menulis tanpa membaca, akan membuat mereka sulit untuk menciptakan karya karena minimnya referensi bacaan. Juga apabila mereka menulis dengan ejaan yang buruk, orang-orang jadi malas membaca karyanya. Maka dari itu, mereka belajar.
Pengguna Wattpad bisa menciptakan karya dengan berbagai genre dan tulisan. Bisa menulis cerita pendek, romansa, cerita remaja, misteri, petualangan, religiusitas, artikel, dan lain-lain yang mana itu terserah dari penggunanya ingin memilih genre apapun. Wattpad bahkan bukan hanya bisa dibaca melalui android, tapi bisa melalui tablet maupun komputer.
Wattpad hampir sama halnya dengan blog. Namun dalam wattpad, setiap pengguna bisa saling berteman atau saling mengikuti akun dan berkomunikasi lewat dinding akun atau pesan masuk seperti layaknya media sosial facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya. Pembaca juga bisa menyemangati dan memberi masukan-masukan kepada penulis yang disenanginya untuk terus berkarya. Hal ini akan memberi kesan positif tentunya bagi penulis itu sendiri. Pembaca pun ikut senang karena hobi membacanya terpenuhi. Bahkan karya-karya yang sudah masuk percetakan selalu menjadi buruan para penggemar dari penulis yang mereka senangi. Hal ini tentunya juga membuat keberuntungan pada bisnis penerbitan.
Banyak sekali penulis Wattpad yang sudah berhasil menembus dunia perfilman yang mana itu merupakan hasil dari adaptasi novel mereka atau buku-buku mereka yang sudah menembus rating best seller dan mega best seller. Memang, setiap apapun yang ada termasuk aplikasi memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Namun dari kelebihan aplikasi Wattpad ini setidaknya mampu menjadi alternatif dalam melatih kemampuan menulis dan mendorong kebiasaan membaca bagi masyarakat.
Dari uraian yang telah dijelaskan, teknologi
tidak selalu buruk. Terkadang ada beberapa celah yang bisa diambil kebaikannya
melalui aplikasi untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap dunia literasi.
Salah satu aplikasi literasi tersebut adalah Wattpad yang dapat digunakan
sebagai alternatif yang memicu daya tarik kesukaan masyarakat terhadap menulis
dan membaca.
Tidak akan ada bacaan jika tidak ada yang menulis, sementara tidak sepenuhnya mampu menulis jika tidak ada referensi bacaan. Sastrowardoyo mengutarakan pendapat Scholes dalam bukunya Sekilas Soal Sastra dan Budaya bahwa Scholes adalah pemerhati manusia bukan karena dia berpikir, tidak juga karena dia membaca, melainkan karena dia menulis, akhirnya dia menghasilkan karangan. Scholes memberikan kesimpulan bahwa aku menghasilkan tulisan, karena itu aku ada (dalam Sastrowadoyo, 1992: 3).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar