Postingan Rekomendasi

Tentang Penulis

Hai! Salam kenal kepada yang telah menyempatkan diri untuk membaca tulisan-tulisan random ini. Haricahayabulan merupakan nama pena saya. ...

Jumat, 28 Agustus 2020

Ajakan Beribadah

Setiap orang berbondong-bondong mengingatkan kita pada ajakan beribadah. Mengajak kepada kebaikan adalah perilaku yang mulia, apalagi ajakan beribadah. Sungguh dianjurkan. Namun menurut saya ada hal yang keliru jika ajakan ibadahmu justru dijadikan tameng untuk membandingkan nilai ibadahmu dengan ibadah orang lain. Maksudnya apa?

            Maksudnya begini: Kamu tak perlu berprasangka buruk jika orang yang kamu ajak belum mampu menunaikan ibadahnya “sama” seperti apa yang kamu lakukan. Kadang-kadang tak selalu ajakan yang kita utarakan dapat diterima selalu oleh orang-orang yang diajak. Ibaratkan seperti kita tidak bisa membuat semua orang senang dengan kita, pasti ada orang yang tidak suka dengan kita. Jadi, daripada malaikat ragu mencatat amal baikmu ketika kamu justru misuh-misuhin keimanan orang lain yang belum mampu konsisten, lebih baik doakan saja hal-hal baik untuknya. Kan adem jadinya.

            Beragama tidak mempersulit usaha orang untuk mencapai berapa nilai ibadahnya. Perlakukan segala bentuk “ajakan beribadah” dengan penuturan yang baik dan damai. Perkara seberapa banyak pahala yang didapat itu sudah hitungan Allah. Tugas kita adalah mengerjakan. “Setiap orang ada proses belajarnya. Ada tahapannya.” Tidak apa-apa, yang penting berproses.

            Dalam proses tersebut pun butuh diyakinkan bahwa ajakan beribadah tidak menyudutkan pribadinya sehingga apa yang dikerjakannya itu sampai dalam hati. Bukan justru dibandingkan atau dikomentari buruk yang dapat membuatnya berpikir bahwa beragama tidak membuatnya damai. “Padahal justru orang-orangnya yang mengajak tidak mendamaikan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar