Postingan Rekomendasi

Tentang Penulis

Hai! Salam kenal kepada yang telah menyempatkan diri untuk membaca tulisan-tulisan random ini. Haricahayabulan merupakan nama pena saya. ...

Selasa, 21 Mei 2024

"Better Than This" karya Pradnya Paramitha

 

Better Than This
Skor 4.5/5
 

Judul Buku                  : Better Than This

Pengarang                   : Pradnya Paramitha

Jumlah Halaman          : 293 halaman

Penerbit                       : Elex Media Komputindo

Tahun Terbit                : 2018

 

Blurb:

            Saras tahu pasti Leo membencinya. Sederet gelar positif mulai dari mahasiswa berprestasi nasional, kesayangan dosen, cowok tampan pujaan kita bersama, dan senior tingkat 4 yang terancam lulus suma cumlaude, cukuplah untuk membuat Leo risi dengan keberadaan cewek malas, nyolot, bodoh, tukang taruhan, dan kuliah di Fakultas Hukum tapi satu-satunya yang dia tahu hanyalah fotografi. Tapi, memangnya Saras peduli? Dibenci Leo tak akan membuat hatinya mati.

            Sayangnya, mau tidak mau Saras harus peduli karena saat ini Leo adalah kunci kehidupan bahagiannya. Sebuah taruhan dengan musuh bebuyutannya. Morrie, membuat Saras harus menjadikan Leo pacarnya. Berbagai strategi dipakai. Rayuan mulai dilancarkan. Hasilnya? Tentu saja gagal.

            Menepis seluruh rasa benci dan malunya, Saras akhirnya meminta bantuan. Ekspresi santun dan pasrah dia pasang, meskipun mulut tajam Leo sering membuatnya berang. Taruhan selesai, Saras menang. Tapi masalahnya tak berhenti di sana.

            “Kita mulai dengan caramu, tapi sekarang kita pakai caraku. I love you. Kamu mau jadi pacarku beneran?”

            Sejauh yang Saras tahu, harusnya cewek senang saat ada pria yang mengucapkan cinta. Tapi ini justru sebaliknya. Saras terjebak dalam permainannya sendiri. Semakin lama, sikap Leo semakin membuatnya ngeri. Saras harus bagaimana?

 

Resensi:

            Gara-gara sebuah taruhan dengan Morrie, musuh bebuyutan Sarah, ia harus jadi pacar Leo, senior angkatan 2010. Supaya Morrie tidak mengganggu Riza, cowok yang Sarah taksir meskipun cowok itu menganggap Sarah adiknya. Padahal Sarah tahu kalau Leo sangat membencinya dan tidak mungkin mau menjadi pacarnya. Sarah dan Leo mempunyai masa lalu tidak baik. Mereka selalu bertengkar selama menjalani ospek. Leo sebagai seniornya dan Sarah juniornya. Kalau sampai Sarah kalah dengan taruhan itu, maka Sarah harus jauh-jauh dari Panji sahabatnya. Panji sendiri tidak mau tahu kalau Sarah harus berhasil memenangkan taruhannya menjadi pacar Leo. Panji tidak suka dengan Morrie dan dia tidak mau dijadikan tumbal Sarah.

Belum selesai dengan taruhan itu, Morrie menambah taruhan lagi kalau Sarah bisa membawa Leo ke sebuah acara perfilma dan mencium Leo di acara tersebut, Morrie akan percaya kalau Sarah dan Leo pacaran. Jika Sarah gagal, maka dia tidak akan diperkenalkan oleh Jerro Atma, fotographer andalan yang diidolakan dan ditaksir Sarah. Sebab Sarah adaah orang yang tidak bisa berpikir panjang, dia menerima semua tantangan itu.

            Leo menyebutnya tolol karena mau-maunya menerima taruhan semacam itu. Awalnya Leo tidak peduli saat mendengar cerita Sarah, tapi akhirnya dia mau. Leo juga mengajukan taruhan basket dengan Sarah. Kalau Sarah menang, Leo akan mau diajak ke acara perfilma, tapi kalau Sarah kalah, dia mau memenuhi permintaan Leo apa saja.

            Taruhan demi taruhan Sarah lalui dengan berbagai cara sampai ia terjebak sendiri dalam taruhan itu. Lantas bagaimanakah nasib Sarah menjalani taruhan itu?

            Novel ini sangat seru untuk diikuti kalau hanya untuk sekadar hiburan romansa belaka. Menurut saya novel ini lebih better ketimbang novel bucin di wattpad lainnya walaupun alurnya bisa ditebak. Mungkin cerita ini memang ditujukan agar mudah ditebak, tapi novel ini juga diceritakan untuk membuat penasaran dengan Sarah. Rencana apa lagi yang akan dia perbuat demi taruhan itu.

Hubungan Sarah dan Leo membuat saya gemas dan tertawa-tawa sendiri. Cerita benci jadi cinta memang klise, tapi memang seru. Sungguh menggelitik. Tidak rugi juga membeli bukunya karena kita dapat terhibur dan disuguhkan oleh tokoh utama yang konyol dengan segala kebodohannya. Novel ini benar-benar seru dan lucu.


"Egosentris" Karya Syahid Muhammad

 

Egosentris
Skor 4.5/5
 
 

Judul Buku                  : Egosentris

Pengarang                   : Syahid Muhammad

Jumlah Halaman          : 369 halaman

Penerbit                       : Gradien Mediatama

Tahun Terbit                : 2018

 

Blurb:

            Pada bait ke sekian, diksi-diksi yang berbaris, kehilangan arah setelah koma yang berkepanjangan. Mereka baru menyadari bahwa dirinya hanyalah potongan tanya utusan penyair Agung yang saling mencari penjelasan, saling mengartikan namanya sendiri. Kemudian tetap menjadi tanya, tetap mencari, dan menemukan.

            Untuk yang ketakutan dan bersembunyi.

            Untuk yang dibedakan dan diasingkan.

            Tegak dan hiduplah.

 

Resensi:

Fatih adalah anak dari seorang yang tidak mempunyai ayah. Ayahnya telah meninggal sejak Fatih masih kecil. Ia hidup bersama ibu dan bibinya, yaitu Bi Asih. Fatih berkuliah sembari membuka usaha jualan kripik bersama ibu dibantu bibinya untuk kelangsungan hidup mereka. Fatih adalah seorang yang selalu merasa bahwa dunia dipenuhi dengan orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri, senang mengomentari orang lain dengan perkataan-perkataan negatif, banyak orang yang suka mengganggu atau selalu ikut campur urusan orang lain. Fatih adalah tokoh yang terlalu peduli dan kritis terhadap hal-hal di sekelilingnya sehingga ia seringkali mengutarakan hal tersebut di depan dosen dan teman-temannya.

            Saat berkumpul dengan teman-temannya, Fatih seringkali dicemooh karena dianggap sok pintar dan sok kritis. Salah satu temannya yang paling benci dengan Fatih adalah Henri. Sehingga Fatih merasa sendirian atas omongan teman-temannya yang negatif kepadanya. Hanya dua sahabatnya Saka dan Fana yang paling mengerti Fatih. Fana adalah salah satu tempat Fatih berkeluh kesah dalam segala hal, perempuan itulah yang membuat Fatih selalu merasa nyaman. Namun dibalik itu keduanya sebenarnya sama-sama memendam perasaan. Sayangnya, Fatih sudah memilik kekasih, yaitu Viona.

            Namun Viona tidak pernah bisa menempatkan diri untuk menjadi orang yang Fatih percaya dalam bercerita tentang kehidupannya. Viona selalu ingin diperhatikan dan didengar, tapi tidak pernah mendengarkan Fatih. Apalagi setelah kejadian di mana ibu Fatih mengalami depresi. Viona menganggap bahwa orang yang memiliki gangguan mental adalah orang gila. Setiap berhadapan di depan Viona, Fatih selalu merasa dihakimi karena Viona selalu menyalahkannya yang tidak pernah mau bercerita tentang kehidupannya. Mereka akhirnya putus hubungan.

            Setelah kejadian di mana ibu Fatih depresi, terjadi lagi suatu tragedi yang membuat amarah Fatih meledak-ledak. Ibunya meninggal dunia setelah diperkosa. Fatih merasa tidak mampu membahagiakan ibunya dan dia marah dengan dirinya sendiri. Saka dan Fana yang selalu berada di samping Fatih berusaha meredakan amarah Fatih. Di balik amarah tersebut, rupanya selama ini Fatih telah melukai dirinya sendiri dengan menyayat tubuh di bagian bawah ketiak kirinya.

            Kematian ibunya yang tidak wajar itu disebar di seluruh media sosial dan bahkan teman-teman kuliahnya selalu membicarakan itu di kampus dengan mengomentari negatif dan menyalahkan ibu Fatih yang menjadi korban. Beruntungnya hanya media tidak menyebutkan identitas Fatih sebagai anak korban. Fatih juga sedih dan marah setiap kali ditanya-tanya wartawan. Fatih membenci wartawan mencari informasi tentang kedukaannya tersebut hanya untuk disebarkan ke media, dan mereka mendapatkan uang dari orang yang mengalami kedukaan.

            Akibatnya Fatih memutuskan untuk bunuh diri dengan naik Gunung Prau sendirian. Dia akan terkena hipotermia di sana dan mati. Namun sebelum dia melakukan tindakan bunuh diri yang sudah dia rencanakan, Fatih membuat rekaman untuk pesan-pesan terakhir kepada Saka dan Fana. Ia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa perkataan-perkataan buruk orang lain dapat membunuh mental orang lain. Fatih menuliskan orang-orang yang menyakitinya di buku catatan kecil. Ia akan membawanya ke gunung.

Bagaimanakah ending cerita Egosentris ini? Saya tidak mau spoiler terlalu jauh. Novel ini sukses mencampur adukkan perasaan pembaca bahkan ending yang tidak dapat ditebak. Kalian akan tercengang dengan ending novel Egosentris. Novel ini bahkan sangat relate dengan kehidupan di dunia nyata tentang gambaran banyakanya orang yang mudah menghina dan merusak mental orang lain.

"Petjah" Karya Oda Sekar Ayu

 

Petjah

Skor 4.8/5

 

Judul Buku                  : Petjah

Pengarang                   : Oda Sekar Ayu

Jumlah Halaman          : 314 halaman

Penerbit                       : Elex Media Komputindo

Tahun Terbit                : 2017

 

Blurb:

            Nadhira menyayangi Dimas, tetapi Dimas membenci Nadhira. Semesta menyayangi Nadhira dan memberinya satu permintaan untuk dikabulkan. Nadhira meminta Dima beserta hatinya. Permintaannya pun dikabulkan semesta.

            Kemudian hadir satu orang lagi dalam permainan ini, Biru. Biru menyayangi Nadhira, namun bisakah Nadhira menyayangi Biru?

            Satu dari seribu, aku mau kamu. Adalah puisi hati Nadhira untuk cinta pertamanya.

            Satu dari seribu, memang harus kamu. Adalah sepenggal puisi harapan Biru untuk masa depannya.

            Semesta mempermainkan Nadhira dan membuat hidupnya petjah.

 

Resensi:

            Novel ini bercerita tentang seorang Nadhira Amira yang naksir berat dengan Dimas Baron, tapi cowok itu membenci Nadhira. Awalnya Nadhira juga setidak suka itu dengan Dimas. Dulu mereka bersekolah di SMP yang berbeda dan selalu menjadi saingan di perlombaan. Nama Dimas Baron sangat terkenal di sekolah Nadhira, terutama karena dia selalu berhasil mengalahkan tim-tim lomba sekolahnya.

            Namun, semenjak saat Nadhira masuk SMA dan namanya tercantum di atas nama Dimas, Nadhira begitu senang hingga berteriak, “YES! Nilai gue di atasnya Dimas!” hingga baru sadar kalau ada kakak Dimas di belakangnya. Mungkin semenjak itu kakak Dimas menceritakannya pada Dimas sehingga cowok itu membenci Nadhira.

            Dimas tidak pernah bersikap baik padanya sejak masuk SMA. Sampai akhirnya mereka bertemu di kelas CIBI akselerasi. Dia tidak pernah tersenyum pada Nadhira dan tidak pernah berbicara padanya. Dimas adalah Dimas yang jahat kepada Nadhira, tapi menjadi Dimas penuh kelakar jika bersama orang lain. Sakit kan? Banget.

            Di sekolah Nadhira, tawuran sudah merupakan hal yang biasa. Di sekolah pun banyak siswa yang berkelahi. Nadhira hampir ketiban pot bunga dari lantai atas kalau saja Dimas tidak meneriakinya dan menyelamatkannya. Itu pertama kalinya Dimas berbicara dengan Nadhira.

            Hingga suatu ketika hujan mengguyur bumi. Saat Nadhira turun dari mobilnya, dia berjalan pelan-pelan dan hujan-hujanan menuju kelas dari parkiran. Namun, tiba-tiba ada seorang cowok kelas agit atau tiga yang memayunginya. Ternyata cowok kelas tiga itu adalah pentolan gengnya sekolah. Agitnya para agit angkatan ini, anak kelas dua belas yang paling ditakuti, Ambrosius Biru.

            Pertemunnya dengan Biru bukan hanya sebuah kebetulan sebentar. Nadhira dan Biru bertemu lagi dan lagi. Hingga suatu ketika ban mobil Nadhira kempes membuat ia bingung harus bagaimana memperbaikinya dan datanglah Dimas menolongnya.

            Di saat Nadhira berusaha menapatkan hati Dimas, di sisi lain Biru mendekati Nadhira. Nadhira sempat membuat puisi yang penggalannya berbunyi, “Satu dari seribu, aku mau kamu.” Itu ditujukan dari Nadhira untuk Dimas. Semesta mengabulkan permintaannya, Dimas dan Nadhira akhirnya berpcaran.

            Banyak kisah konyol, menggemaskan, dan romantis antara Dimas dan Nadhira yang bisa membuat kita senyum-senyum dan tertawa ngakak dari awal pendekatan sampai berpacaran. Sisi lain, Biru membuat sebuah puisi yang penggalannya ia tujukan untuk Nadhira. Penggalan puisi itu berbunyi, “Satu dari seribu, memang harus kamu.” Apakah Biru bisa mendapatkan hati Nadhira yang sudah cinta mati dengan Dimas?

            Novel ini sangat seru untuk dibaca karena tidak membosankan sama sekali. Kita dibawa untuk melihat diksi-diksi menarik, puisi, kisah konyol dan manisnya Nadhira dengan Dimas dan kisah plot twist dari Biru.

            Novel yang disuguhkan dengan aroma sastra ringan beserta puisi-puisi indahnya, Kak Oda Sekar Ayu dengan segala perpaduan pemikiran-pemikiran idealisme, sosial, dan sains, mampu menciptakan novel “Petjah” dengan penuturan ringan dan magis.

            Untuk genre teen fiction, buku ini saya rasa pantas untuk dibaca usia remaja, sebab buku ini tidaklah selalu fokus urusan cumbu belaka dan baper-baper yang kurang penting seperti novel genre sama pada umumnya. Ada khasus remaja yang memang patut dilirik untuk dihentikan dan Kak Oda mampu menyelesaikan perkara yang ada di dalam novelnya secara bijak.

            Terima kasih kepada Kak Oda Sekar Ayu atas sajian bacaan serta puisi-puisi hangat dan senikmat mug isi cokelat milik Nadhira, seteduh payung milik Biru, dan seunik pemikiran Einstein dalam pemikiran Dimas. Kalian nggak bakal nyesel baca novel “Petjah”! Sangat-sangat direkomendasikan karena novel ini diceritakan dengan begitu cerdas. Penulisnya pun ramah. Kabarnya novel ini akan difilmkan. Saya sangat senang mendengarnya. Ini novel favoritku banget yang sering aku ulang-ulang buat baca.