Postingan Rekomendasi

Tentang Penulis

Hai! Salam kenal kepada yang telah menyempatkan diri untuk membaca tulisan-tulisan random ini. Haricahayabulan merupakan nama pena saya. ...

Selasa, 21 Mei 2024

"Egosentris" Karya Syahid Muhammad

 

Egosentris
Skor 4.5/5
 
 

Judul Buku                  : Egosentris

Pengarang                   : Syahid Muhammad

Jumlah Halaman          : 369 halaman

Penerbit                       : Gradien Mediatama

Tahun Terbit                : 2018

 

Blurb:

            Pada bait ke sekian, diksi-diksi yang berbaris, kehilangan arah setelah koma yang berkepanjangan. Mereka baru menyadari bahwa dirinya hanyalah potongan tanya utusan penyair Agung yang saling mencari penjelasan, saling mengartikan namanya sendiri. Kemudian tetap menjadi tanya, tetap mencari, dan menemukan.

            Untuk yang ketakutan dan bersembunyi.

            Untuk yang dibedakan dan diasingkan.

            Tegak dan hiduplah.

 

Resensi:

Fatih adalah anak dari seorang yang tidak mempunyai ayah. Ayahnya telah meninggal sejak Fatih masih kecil. Ia hidup bersama ibu dan bibinya, yaitu Bi Asih. Fatih berkuliah sembari membuka usaha jualan kripik bersama ibu dibantu bibinya untuk kelangsungan hidup mereka. Fatih adalah seorang yang selalu merasa bahwa dunia dipenuhi dengan orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri, senang mengomentari orang lain dengan perkataan-perkataan negatif, banyak orang yang suka mengganggu atau selalu ikut campur urusan orang lain. Fatih adalah tokoh yang terlalu peduli dan kritis terhadap hal-hal di sekelilingnya sehingga ia seringkali mengutarakan hal tersebut di depan dosen dan teman-temannya.

            Saat berkumpul dengan teman-temannya, Fatih seringkali dicemooh karena dianggap sok pintar dan sok kritis. Salah satu temannya yang paling benci dengan Fatih adalah Henri. Sehingga Fatih merasa sendirian atas omongan teman-temannya yang negatif kepadanya. Hanya dua sahabatnya Saka dan Fana yang paling mengerti Fatih. Fana adalah salah satu tempat Fatih berkeluh kesah dalam segala hal, perempuan itulah yang membuat Fatih selalu merasa nyaman. Namun dibalik itu keduanya sebenarnya sama-sama memendam perasaan. Sayangnya, Fatih sudah memilik kekasih, yaitu Viona.

            Namun Viona tidak pernah bisa menempatkan diri untuk menjadi orang yang Fatih percaya dalam bercerita tentang kehidupannya. Viona selalu ingin diperhatikan dan didengar, tapi tidak pernah mendengarkan Fatih. Apalagi setelah kejadian di mana ibu Fatih mengalami depresi. Viona menganggap bahwa orang yang memiliki gangguan mental adalah orang gila. Setiap berhadapan di depan Viona, Fatih selalu merasa dihakimi karena Viona selalu menyalahkannya yang tidak pernah mau bercerita tentang kehidupannya. Mereka akhirnya putus hubungan.

            Setelah kejadian di mana ibu Fatih depresi, terjadi lagi suatu tragedi yang membuat amarah Fatih meledak-ledak. Ibunya meninggal dunia setelah diperkosa. Fatih merasa tidak mampu membahagiakan ibunya dan dia marah dengan dirinya sendiri. Saka dan Fana yang selalu berada di samping Fatih berusaha meredakan amarah Fatih. Di balik amarah tersebut, rupanya selama ini Fatih telah melukai dirinya sendiri dengan menyayat tubuh di bagian bawah ketiak kirinya.

            Kematian ibunya yang tidak wajar itu disebar di seluruh media sosial dan bahkan teman-teman kuliahnya selalu membicarakan itu di kampus dengan mengomentari negatif dan menyalahkan ibu Fatih yang menjadi korban. Beruntungnya hanya media tidak menyebutkan identitas Fatih sebagai anak korban. Fatih juga sedih dan marah setiap kali ditanya-tanya wartawan. Fatih membenci wartawan mencari informasi tentang kedukaannya tersebut hanya untuk disebarkan ke media, dan mereka mendapatkan uang dari orang yang mengalami kedukaan.

            Akibatnya Fatih memutuskan untuk bunuh diri dengan naik Gunung Prau sendirian. Dia akan terkena hipotermia di sana dan mati. Namun sebelum dia melakukan tindakan bunuh diri yang sudah dia rencanakan, Fatih membuat rekaman untuk pesan-pesan terakhir kepada Saka dan Fana. Ia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa perkataan-perkataan buruk orang lain dapat membunuh mental orang lain. Fatih menuliskan orang-orang yang menyakitinya di buku catatan kecil. Ia akan membawanya ke gunung.

Bagaimanakah ending cerita Egosentris ini? Saya tidak mau spoiler terlalu jauh. Novel ini sukses mencampur adukkan perasaan pembaca bahkan ending yang tidak dapat ditebak. Kalian akan tercengang dengan ending novel Egosentris. Novel ini bahkan sangat relate dengan kehidupan di dunia nyata tentang gambaran banyakanya orang yang mudah menghina dan merusak mental orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar